Berita  

Dinas Pertanahan Makassar Cabut Paksa Spanduk Warga di SMPN 23 Makassar

Makassar – Dinas Pertanahan Kota Makassar, bersama Kejaksaan Negeri Makassar dan Polrestabes Makassar, melakukan penertiban di SMP Negeri 23. Setelah adanya klaim oleh sejumlah warga sebagai ahli waris dengan nilai aset mencapai Rp8 Miliar.

Tindakan penertiban dilakukan oleh petugas yang turut didampingi oleh Satpol PP Makassar pada Senin (20/11/2023), dengan mencabut paksa spanduk yang menutup ruangan kepala sekolah.

Pemerintah Kota Makassar mengklaim bahwa lahan SMP Negeri 23 Makassar merupakan aset milik Pemerintah Kota Makassar.

Kepala Bidang Pengadaan dan Pemanfaatan Tanah, Ismail Abdullah, menyampaikan bahwa data yang diterima dari BPKD bidang aset menunjukkan bahwa aset SMPN 23 Makassar masih tercatat sebagai aset Pemerintah Kota Makassar.

Penertiban ini dilakukan sebagai respons terhadap klaim yang menyatakan bahwa sekolah tersebut merupakan milik ahli waris.

Aksi cabut paksa spanduk oleh petugas merupakan langkah tegas untuk memastikan bahwa klaim yang mengatasnamakan warisan tersebut tidak dapat merubah status kepemilikan aset.

Langkah ini sekaligus menjadi sikap tegas Pemerintah Kota Makassar dalam menjaga dan melindungi aset publik dari klaim yang tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Kepala Dinas Pertanahan Kota Makassar, bersama pihak kejaksaan dan kepolisian, menyatakan komitmen untuk menjaga kejelasan status aset dan mencegah klaim yang tidak sah di masa mendatang.

Mereka juga mengimbau agar masyarakat untuk tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku dalam pengelolaan aset publik, guna menghindari konflik dan tindakan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.